Kamis, 15 Maret 2012

Logo Lilin Pelaminan


Satu bulan yang lalu saya dihubungi oleh seorang Ibu. Beliau punya usaha rias pengantin dan juga menyewakan segala jenis perlengkapan pesta pernikahan bernama "Lilin Pelaminan". Usaha tersebut sudah berjalan lama, dan tentu saja kompetitor usaha rias dan perlengkapan pengantin cukup bersaing. Sebagian dikelola secara professional hingga terkadang berkembang menjadi Event Organizer yang menangani event-event besar. Sebagian lagi hanya mampu bertahan dan fokus pada bidang semula, dan banyak juga dari mereka yang bangkrut. Who Knows..


Dari sekian banyak alasan mengapa suatu usaha bisa tumbuh besar dan dikenal luas salah satunya adalah branding. Dan awal dari semua itu adalah sesuatu yang dapat mewakili eksistensi sebuah usaha dimata konsumen. Sehingga mereka tidak hanya membeli/menggunakan produk yang kita jual, namun mengingatnya dari sisi yang positif saja. Guys! Semua bermula dari pencitraan, it how good you look like..

Ibu tadi butuh logo yang bercitra elegan dan fenimim (karena mayoritas target pasarnya adalah kaum hawa). Setelah berdiskusi dengan brief, saya pun berusaha metransformasikan ide-ide tersebut ke dalam bentuk visual. Berikut hasil akhir yang disepakati untuk dijadikan logo :



Target market dari usaha ini adalah wanita, walau tidak tertutup kemungkinan jika kaum pria juga akan menggunakan jasa yang ditawarkan. Namun berdasarkan pengalaman, wanita adalah target utama-nya. Ini merupakan titik awal dimana saya bisa memulai.

Logo ini berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar. Bunga adalah tumbuhan yang sangat kuat merepresentasikan unsur feminim, maka ini menjadi pilihan saat saya menentukan ikon apa yang akan dijadikan bahan dasar logo.


Warna yang dipilihpun harus mewakili karakter yang ada, awalnya merah jambu menjadi pilihan. Namun warna "pink" tersebut terlalu Girly (disamping terlalu banyak kompetitor usaha yang menggunakan pink sebagai warna coorpooratenya). Setelah bersemedi 3 hari 2 malam ;D akhirnya pilihan jatuh pada Hijau Muda, warna ini menjadi pilihan untuk dijadikan coorporate color identitynya, hal ini juga similiar dengan kelopak bunga yang menjadi ikon. Jenis font yang digunakanpun dipilih untuk mewakili unsur-unsur feminim yang kuat dan terkesan elegan.

Tentu saja saya juga menyertakan pilihan lain untuk dijadikan bahan komparasi, di sini saya hanya melampirkan pilihan yang telah disepakati bersama.


Tentu pekerjaan branding ini tidak hanya selesai disini saja. Berikutnya adalah tantangan untuk membuat logo ini nangkring dan dipajang lama di ingatan setiap konsumen. Jika hal tersebut sukses, maka semua langkah awal diatas akan benar-benar membuat usaha tersebut tumbuh, seperti kelopak bunga yang menopang sebuah harapan untuk terus tumbuh.

0 komentar:

Posting Komentar

Netpreneur Blog Indonesia

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More